Santri Pekalongan Ujung Pena

Yessing Your Yea

Jika Ilmu adalah Pohon, Maka Filsafat itu Akarnya

Filed under: Uncategorized — haffata at 4:44 am on Monday, March 21, 2016

“Lebih baik membenarkan apa yang kita ketahui dari pada membenarkan apa yang tidak kita ketahui”
Kutipan yang disampaikan oleh seorang dosen Filsafat, Listiyono Santoso, di Fakultas Ilmu Budaya diatas agaknya merangsang gaya berpikir yang cenderung berfilsafat. Seperti sistem kerja filsafat yang memang berangkat dari sebuah pertanyaan dan keragu-raguan, maka filsafat lebih tampak seperti sebuah substansi dari sesuatu karena ia merupakan rahim sekaligus dasar atau akar dari segala segala suatu pemikiran yang tercipta.
Jika ditelaah secara tekstual, filsafat berasal dari bahasa Yunani “Philosophia” yang memiliki makna beragam. Dari beberapa pengertian yang timbul dalam rangka memahami arti kata ini terciptalah sebuah gradasi yang beraneka ragam seperti pemecahan satu kata ini menjadi dua suku kata atau frasa, Phillen yang berarti mencintai dan Sophos yang artinya bijaksana. Jadi dapat ditarik garis besar, bahwa berfilsafat adalah mencintai kebijaksanaan.
Lebih dari makna tersebut, berpikir filsafat adalah seperti bagaimana memahami sesuatu tersebut lewat daya hakikat yang lebih bijak memandang sebuah pemikiran tidak hanya pada satu sudut pandang saja. Karena aspek keilmuan memiliki kaitan terhadap konstelasi pengetahuan yang lainnya, maka memandang suatu ilmu dengan cara filsafat akan mengantarkan kesadaran bagaimana memahami kaitan ilmu tersebut dengan moral, agama, atau pada kesenangan pribadinya sendiri.
Karena ilmu memiliki sifat yang berkembang dan dinamis, maka ia membentuk sebuah dialektika yang panjang sehingga pada masa sekarang pun memungkinkan timbulnya suatu pemikiran baru yang bisa jadi membantah pemikiran sebelumnya, karena mungkin saja ada cara lain atau cara yang lebih benar dalam menuju sesuatu itu. Filsafat tanpak seperti sebuah dasar yang akan membantu memberi sebuah pemahaman mengenai sesuatu melalui alur kerangka berpikir tertentu. Jika sebuah ilmu pengetahuan dikembangkan dengan dasar yang jelas dan baik maka perkembangannya akan lebih banyak menimbulkan sisi positif dan memungkinkan sisi negatif dari hal tersebut bahkan akan lenyap. Pertimbangan dari pelbagai aspek seperti moralitas, dan kedudukannya bagi manusia pun akan lebih diperhatikan. Jadi bukan sebuah ketidakbolehan ketika memandang filsafat adalah akar dari sebuah pohon bernama ilmu pengetahuan.

Facebook Comments

Leave a Reply



1 Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>