Santri Pekalongan Ujung Pena

Yessing Your Yea

Kontribusi untuk Negeri

Filed under: Education — haffata at 5:56 am on Tuesday, January 20, 2015  Tagged

Semboyan ‘Do It Green’ yang diusung oleh Semen Indonesia Group dinilai cukup menantang bagi siapa saja yang sekilas mendengar, apalagi mengingat subjek yang mengungkapkan adalah perusahaan besar yang sangat kredibel dan bergerak di sektor pengelolaan semen. Namun jangan salah, sekian banyak jumlah peserta Wisata Green Industry yang pada Desember 2014 lalu berkesempatan mengunjungi pabrik Semen ini dibuat terkesima dengan keadaan pabrik yang disuguhkan oleh Semen Indonesia Group.

Dengan dipenuhi Pepohonan rindang yang bagi saya pribadi sangat menarik karena gradasi warnanya, ditambah dengan berbagai bangunan bergaya seni tinggi, dipadukan dengan munculnya beberapa penampungan air yang diidentifikasikan sebagai tandon membuat pabrik ini menjadi multifungsi, terlebih ketika kami yang baru datang diajak menjajakinya, lebih tepat dikatakan sebagai objek jepretan atau ajang Narsis.
href=”http://haffata.malhikdua.com/files/2015/01/IMG_7316.jpg”>IMG_7316
Bagan 1. Komunitas Sandal Selen ‘kepincut’ gradasi warna pabrik Semen Indonesia Group

Dengan tatapan mata yang masih terkesima oleh suasana apik yang dimunculkan pabrik raksasa berkelas manufaktur mancanegara ini, saya kembali mengingat perjalanan sebelumnya yang mengantarkan seluruh peserta Wisata Green Industry 2014 untuk menilik rumah usaha kreatif yang ternyata digawangi oleh Semen Indonesia Group. Satu-satunya yang membuat saya tertarik adalah kunjungan di rumah usaha yang bertempat di kawasan Jl. Sunan Kalijaga, Lamongan.

Rasa cukup bosan karena perjalanan panjang dari terminal Bungurasih Surabaya yang kurang lebih memakan waktu selama tiga setengah jam perjalanan, membuat animo peserta WGI 2014 sangat antusias untuk menilik rumah produksi bernama R & D Handycraft ini. Dengan sigap mereka menyerbu masuk rumah sederhana yang penuh sesak oleh para peserta. Beberapa peserta terlihat ada yang betah berlama-lama memperhatikan seorang lelaki paruh baya yang tengah menjahit tas semacam polo dengan tampilan yang sangat menarik dan layaknya barang produksi profesional. Bahkan ada yang sempat tertarik untuk membeli dan melihat hasil jadi tas ransel yang biasanya diekspor ke Arab atau luar negeri lainnya.

“Tasnya keren, kaya yang ada di toko-toko itu.” Terdengar dua orang perempuan muda berbisik sembari memperhatikan kelincahan pembuat tas tadi.

Lebih dalam menuju bagian tengah dan ujung rumah produksi, banyak peserta WGI 2014 bergerombol memperhatikan pembuatan sandal yang dihiasi motif cantik dari jahitan pekerja lokal. Produksi kreatif yang menghasilkan sepatu atau sandal cantik ini benar-benar diproduksi dari bahan baku yang diolah sendiri hingga menjadi produk jadi yang punya nilai jual tinggi. Menurut penuturan sang pembuat, barang kreatif brand dari UKM yang menjadi binaan Semen Indonesia Group ini pun sudah tembus pasar luar negeri.

Diakhir durasi yang disediakan pihak panitia, seluruh peserta dikumpulkan di bagian depan di samping show room handycraft ini, disana sang pemilik UKM yang memperkenalkan dirinya dengan panggilan Dody ini menceritakan pengalaman awal bagaimana bisa merinis usaha dengan bantuan modal dari Semen Indonesia Group ini.

“Awalnya saya bingung mau usaha apa, apalagi mengingat tidak ada modal, tapi saya berterima kasih kepada semen Indonesia Group yang telah memberi pinjaman modal hingga membuat usaha ini berkembang sukses, alhamdulilah sudah banyak penghargaan yang kami dapatkan.” Urai pria yang terlihat bersahaja ini.
IMG_7232
IMG_7231
Bagan 2. Mas Rono, Pak Dody, dan pengunjung yang tengah fokus mendengarkan penjelasan seputar rumah usaha.

Uraian bermanfaat seputar rumah Handycraft ini sedikit banyak membuat para peserta WGI 2014 antusias bertanya dan termotivasi untuk mengikuti jejak lelaki paruh baya ini. Setelah sharing pengalaman, mayoritas peserta berbaur memasuki show room yang terbilang cukup mungil namun berisi barang-barang cantik produksi lokal.
IMG_7238
IMG_7248
IMG_7254
Bagan 3. Hasil kerajinan R & D Handycraft

Sepanjang perjalanan menuju pabrik semen di Tuban, saya berpikir banyak mengenai korelasi antara pabrik semen ini dengan masyarakat sekitar. Ternyata bukan hanya mendirikan dan melangsungkan sebuah produksi semen saja yang perusahaan ini lakukan, ada banyak bentuk pengabdian masyarakat yang terkonsep dengan baik. Kesimpulan kecil yang dapat saya berikan adalah sebuah program perusahaan yang sangat matang dan patut dijadikan contoh oleh perusahaan lain.

Presepsi saya kembali dilipatgandakan melihat antusiasme peserta WGI 2014 menilik pabrik semen yang benar-benar hijau ini, sangat pantas disebut dengan Green Industry<a. Pada bagiannya, sebuah kehidupan yang lebih baik akan dapat dirasakan warga sekitar yang selalu dipikirkan oleh perusahaan. Karena menurut penuturan pemakalah, bahwa dari sekian persen jumlah pekerja di pabrik semen, pekerja dari daerah atau lokal yang akan lebih diprioritaskan. Hal ini tentu menjadi kabar baik dan sebuah pemutus mata rantai kemiskinan dari pada membiarkan warga sekitar menggali kapur secara manual dan akan menimbulkan kerusakan alam.
IMG_7299
IMG_7302
Bagan 4. Kami (Sandal Selen Comunity) besama para pekerja dari warga sekitar

Sejauh yang dapat saya petik dari informasi website resmi yang dikelola kru Semen Indonesia Group, program pengabdian masyarakat dan lingkungan atau yang dalam konteks ini disebut dengan PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan), menjadi harapan besar yang benar-benar tumbuh menjadi visi sebuah korporasi yang baik.

Bukan hanya seolah merak yang memperindah bulunya sendiri, Semen Indonesia Group ikut memperhatikan kondisi dan keadaan lingkungan sekitar baik itu dari segi planet (lingkungan) ataupun untuk people (masyarakat sekitar pabrik). Langkah ini tentunya sudah sesuai kerena telah mempertimbangkan tripple bottom line yang berisikan faktor-faktor sosial dan lingkungan hidup, cara ini tentu sudah sesuai dengan pencapaian peusahaan untuk mencapai corporate governance.

Pada dasarnya, sebuah perusahaan ikut berkiprah dalam memajukan perekonomian suatu bangsa karena perusahaan-perusahaan raksasa itulah yang menjadi titik tumpu perekonomian disana. Dalam menjalankan standar profesional masing-masing perusahaan, profit atau keuntungan yang kembalinya pada perusahaan itu sendiri memang lazim didapatkan, namun besar kiranya setiap perusahaan mempunyai amal bakti yang disumbangkan untuk kepentingan rakyat bersama. Itulah yang dijadikan standar bagus sebuah perusahaan dalam mencapai coporate governance atau yang laiknya disebut corporate social responsibility.

Menurut hemat saya, jika sebuah simbiosis dapat terlaksana dengan baik mengapa harus ada langkah-langkah yang membuat salah satunya menentang kebijakan satu sama lain. Menilik sebuah simbiosis mutualisme yang terjadi antara perusahaan Semen Indonesia Group, masyarakat, dan dengan lingkungan sekitar, bukan menjadi hal sulit jika keberlanjutan kebijakan masing-masing institusi atau kelompok untuk dijalankan. Pertimbangannya sederhana, membiarkan managemen pabrik berjalan sesuai standar perusahaan dan masyarakat mendapatkan income dalam bentuk kegiatan bantuan untuk mendukung pengembangan usaha, atau pembatasan oprasional sebuah perusahaan dan pabrik yang kiranya malah dapat membahayakan alam dan masyarakat sekitar dengan pendapatan masyarakatnya sendiri yang masih labil. Karena percaya atau tidak, dana yang dikucurkan pemerintah untuk pembangunan lingkungan tentu belum cukup mampu menutup kebutuhan yang ada.

Semua memang harus ada yang dikorbankan, tinggal pilihan cerdasnya adalah terbuka untuk menerima arus teknologi dengan niat menjaga kelestarian alam dan memajukan mindset masyarakat. Untuk kembali bersama-sama berkontribusi untuk negeri, ada banyak cara yang harus dipikirkan.

Semangat membangun negei bersama Semen Indonesia Group.



No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>