Santri Pekalongan Ujung Pena

Yessing Your Yea

Cicak dan Kupu-kupu

Filed under: Uncategorized — haffata at 1:58 pm on Saturday, June 28, 2014

“cicak cicak didinding, diam diam merayap
Datang seekor nyamuk, hap lalu ditangkap”
kalo denger anak-anak nyanyi pasti rasa senang yang akan kita rasa. Pernah enggak sih kawan perhatikan liriknya. Sadis banget ya….. dari dulu selalu sinyamuk yang jadi santapan empuk sicicak.
Waktu itu malam jum’at yang sepi. Tv yang muter berita dan buku bacaan benar-benar kuacuhkan. Dua mataku resmi menatap seekor cicak yang sedang berusaha menangkap kupu-kupu. Sayangnya kupu-kupu warna hijau cantik itu terperangkap disarang laba-laba. Dan kulihat cicak itu sudah mulai beraksi untuk melahap buruannya yang dari tadi terbang menggoda itu. Aku yakin dalam hitungan detik saja pasti kupu-kupu itu resmi jadi santapan malam sicicak. Replek aku menarik meja dan menaikinya. Niatku berusaha untuk membebaskan kupu-kupu cantik itu.
“Lagi apa ?” Tiba-tiba Abahku masuk
“Mau ngelepasin kupu-kupu, kasihan…. kalo enggak dia bakal dimakan cicak itu, Bah.”
“Kenapa ngelepasin kupu-kupunya enggak kamu bantu cicaknya ?”
Aku langsung diem dan turun dari meja. Perhatianku diringkus pertanyaan aneh Abah.
“Karena kupu-kupu itu cantik menurutmu ? lalu cicaknya kamu biarkan mati kelaparan ?” pertanyaan itu makin menyudutkanku. Aku perhatikan lagi cicak itu yang hampr mencapai tempat sikupu-kupu terperangkap.
“Tapi gimana sama hidup kupu-kupunya, gak adil kan.”
“Lho juga gak adil bagi cicak kalo kamu bantu kupu-kupunya.”
“Terus kita harus ngapain kalo lihat pemandangan kaya gitu.” Aku menunjuk cicak yang sudah hampir merobek sebagian sayap kupu-kupu itu.
“Namanya hukum rimba.”
“Tapi ini bukan rimba, ini rumah, Bah.”
“Tapi mereka hewan, ada kalanya kita sebagai makhluk Allah hanya bertugas menjadi pengamat. Semua makhluk dibumi maupun dilangit itu sudah diatur oleh Allah, jangan kira itu tidak adil. Allah maha bijaksana. Bagaimana menghidupi jutaan kupu-kupu dan jutaan cicak padahal dua makhluk itu saling bergantung. Itulah Allah SWT.”
Aku Cuma mengganguk setuju dan ketika aku memanndang tempat cicak tadi, yang kutemukan hanyalah sisi kiri sayap kupu-kupu yang masih tersangkut disarang laba-laba. Wahai cicak, saat ini adalah rezekimu dari Allah SWT.

Facebook Comments

Leave a Reply



No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>